BEGIN:VCALENDAR
VERSION:2.0
PRODID:-//Indonesian Dance Festival - ECPv6.18.2//NONSGML v1.0//EN
CALSCALE:GREGORIAN
METHOD:PUBLISH
X-WR-CALNAME:Indonesian Dance Festival
X-ORIGINAL-URL:https://indonesiandancefestival.id
X-WR-CALDESC:Events for Indonesian Dance Festival
REFRESH-INTERVAL;VALUE=DURATION:PT1H
X-Robots-Tag:noindex
X-PUBLISHED-TTL:PT1H
BEGIN:VTIMEZONE
TZID:Asia/Jakarta
BEGIN:STANDARD
TZOFFSETFROM:+0700
TZOFFSETTO:+0700
TZNAME:WIB
DTSTART:20250101T000000
END:STANDARD
END:VTIMEZONE
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20261101T090000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20261101T103000
DTSTAMP:20261012T102733Z
CREATED:20261009T140013Z
LAST-MODIFIED:20261012T102733Z
UID:14578-1793523600-1793529000@indonesiandancefestival.id
SUMMARY:An Introduction to Menstruation Sumo Dance
DESCRIPTION:Menstruation Sumo Dance karya Team Chiipro menggali konteks sosial menstruasi melalui shiko\, gerakan menghentak kaki yang merupakan bagian dari tradisi sumo. \nDalam lokakarya ini\, peserta akan diperkenalkan pada dasar-dasar praktik tari yang terinspirasi dari shiko\, serta diajak untuk terlibat dalam salah satu proses utama penciptaan karya ini: membaca buku harian yang merekam pengalaman personal tentang menstruasi. Berangkat dari praktik tersebut\, fasilitator akan berbagi eksplorasi mereka tentang bagaimana rasanya menyerap pengalaman menstruasi orang lain. Melalui gerak dan imaji yang ditumpuk\, digeser\, dan digoyahkan di dalam tubuh\, peserta akan mengeksplorasi bagaimana sensualitas muncul melalui pergeseran halus\, perubahan posisi\, dan perubahan persepsi. \nNanako Matsumoto \nKo-direktur Team Chiipro\, Koreografer\, Penari \nKengo Nishimoto\nKo-direktur Team Chiipro\, Dramaturg \nVenue: Ruang Latihan Tari Kontemporer\, Taman Ismail Marzuki \nBook Your SeatTeam ChiiproTeam Chiipro adalah duo penampil yang terdiri dari Nanako Matsumoto dan Kengo Nishimoto. Praktik mereka berpusat pada tema tubuh dan gestur sebagai bentuk kritik Read more
URL:https://indonesiandancefestival.id/id/acara/an-introduction-to-menstruation-sumo-dance/
LOCATION:Taman Ismail Marzuki\, Jl. Cikini Raya No.73\, RT.8/RW.2\, Cikini\, Kec. Menteng\, Jakarta Pusat\, Daerah Khusus Ibukota Jakarta\, 10330\, Indonesia
CATEGORIES:"IDF 2026",Lokakarya
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiandancefestival.id/wp-content/uploads/2026/10/2026-FI-Workshop-INTRODUCTION-TO-MENSTRUATION-SUMO-DANCE-Team-Chiipro-UPDATE.jpg
ORGANIZER;CN="Indonesian Dance Festival":MAILTO:office@indonesiandancefestival.id
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20261101T090000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20261101T103000
DTSTAMP:20261013T103920Z
CREATED:20261009T141402Z
LAST-MODIFIED:20261013T103920Z
UID:14598-1793523600-1793529000@indonesiandancefestival.id
SUMMARY:Mythic Bodies\, an Improvisational
DESCRIPTION:Melanie berbagi eksplorasinya tentang tubuh yang terhubung dengan mitologi\, dengan membayangkan berbagai kemungkinan yang berada di antara yang material dan non-material\, pesona dan sihir. \nBerangkat dari ketertarikannya pada fiksi spekulatif sebagai cara untuk menemukan bahasa koreografi baru\, Melanie mengajak peserta untuk mengalami hal-hal yang ganjil dan supranatural sebagai ruang untuk melawan\, berefleksi\, dan berubah. \nDalam lokakarya fisik selama 90 menit ini\, Melanie akan memperkenalkan berbagai pendekatan dan perangkat improvisasi untuk mengeksplorasi gambaran-gambaran mitologi\, kecepatan\, serta cara tubuh membentuk dan dibentuk oleh ruang. \nVenue: Ruang Latihan Tari Tradisi\, Taman Ismail Marzuki \nBook Your SeatMelanie LaneMelanie adalah seorang koreografer dan penampil asal Australia dengan darah Eropa dan Jawa. Ia berkolaborasi dengan seniman dari berbagai bidang—seperti film\, seni rupa\, teater\, dan musik—untuk menciptakan karya yang bergerak di antara beragam bentuk dan konteks pertunjukan. Read more
URL:https://indonesiandancefestival.id/id/acara/mythic-bodies-an-improvisational/
LOCATION:Taman Ismail Marzuki\, Jl. Cikini Raya No.73\, RT.8/RW.2\, Cikini\, Kec. Menteng\, Jakarta Pusat\, Daerah Khusus Ibukota Jakarta\, 10330\, Indonesia
CATEGORIES:"IDF 2026",Lokakarya
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiandancefestival.id/wp-content/uploads/2026/10/2026-FI-Workshop-Mythic-Bodies-an-Improvisational-Melanie-Lane-UPDATE.jpg
ORGANIZER;CN="Indonesian Dance Festival":MAILTO:office@indonesiandancefestival.id
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20261101T110000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20261101T123000
DTSTAMP:20261012T102852Z
CREATED:20261009T142601Z
LAST-MODIFIED:20261012T102852Z
UID:14609-1793530800-1793536200@indonesiandancefestival.id
SUMMARY:Painscriptions
DESCRIPTION:Painscriptions adalah lokakarya yang lahir dari penelitian koreografis Sina Saberi mengenai rasa sakit\, dengan landasan praktik medis seperti EMDR dan Somatic Experiencing. Melalui instruksi somatik sederhana dan gerakan bersama\, peserta diajak untuk melakukan eksplorasi rasa sakit yang melibatkan tubuh secara langsung. Berangkat dari konsep Saberi tentang “menuliskan rasa sakit”\, lokakarya ini memandang rasa sakit sebagai pengalaman hidup yang dapat disaksikan\, dihadapi\, dan dilalui secara kolektif. \nSiapa pun dipersilakan untuk berpartisipasi\, baik yang memiliki pengalaman menari maupun tidak. Lokakarya ini terbuka bagi peserta dengan beragam kemampuan—termasuk mereka yang hidup dengan kondisi kronis—serta mendorong setiap orang untuk berpartisipasi sesuai dengan kapasitas dan kebutuhan masing-masing. \nCatatan Partisipasi:\nTopik mengenai rasa sakit dan trauma dapat memicu respons emosional bagi penyintas PTSD maupun mereka yang memiliki kondisi psikosomatis kronis lainnya. Harap berpartisipasi sesuai dengan kenyamanan dan pertimbangan pribadi. \nVenue: Ruang Latihan Tari Kontemporer\, Taman Ismail Marzuki \nBook Your SeatSina SaberiSina Saberi adalah seniman tari\, penampil\, dan pekerja budaya yang tinggal di Jerman. Berbekal latar belakang di bidang sastra\, teater\, dan gerak\, ia menciptakan pengalaman interdisipliner dan imersif bersama serta untuk publik\, yang kerap melibatkan ruang publik\, ruang semi-publik\, maupun ruang-ruang lainnya. Read more
URL:https://indonesiandancefestival.id/id/acara/painscriptions/
LOCATION:Taman Ismail Marzuki\, Jl. Cikini Raya No.73\, RT.8/RW.2\, Cikini\, Kec. Menteng\, Jakarta Pusat\, Daerah Khusus Ibukota Jakarta\, 10330\, Indonesia
CATEGORIES:"IDF 2026",Lokakarya
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiandancefestival.id/wp-content/uploads/2026/10/2026-FI-Workshop-Painscription-Sina-Saberi-UPDATE.jpg
ORGANIZER;CN="Indonesian Dance Festival":MAILTO:office@indonesiandancefestival.id
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20261101T130000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20261101T143000
DTSTAMP:20261013T125926Z
CREATED:20261009T160540Z
LAST-MODIFIED:20261013T125926Z
UID:14688-1793538000-1793543400@indonesiandancefestival.id
SUMMARY:Berkarya dengan Irama Sendiri: Seni\, Pekerjaan\, Perawatan\, dan Praktik Kehidupan
DESCRIPTION:Pembicara:\nHartati\nDensiel Lebang\nNanako Matsumoto (Team Chiipro) \nModerator:\nKeni Soeriaatmadja \nVenue:\nSelasar Nashar\, Paviliun Raden Saleh\, Gedung Ali Sadikin\, Taman Ismail Marzuki \nBagaimana seorang perempuan membangun dan mempertahankan praktik artistik di tengah kehidupan yang terus berubah? \nBerkarya dengan Irama Sendiri mempertemukan tiga koreografer dari generasi\, konteks\, dan perjalanan artistik yang berbeda untuk merefleksikan bagaimana sebuah praktik berkembang seiring dengan perjalanan hidup. Tubuh berubah\, pengalaman terakumulasi\, serta tanggung jawab dan relasi terus berganti; sementara pekerjaan\, kondisi ekonomi\, keluarga\, pengasuhan\, mobilitas\, waktu\, dan energi senantiasa membentuk cara seorang seniman berkarya dan mempertahankan praktiknya. Bagi perempuan seniman\, proses negosiasi ini juga dapat dipengaruhi oleh ekspektasi dan kondisi yang terkait dengan gender. \nDalam konteks ini\, ritme menawarkan cara pandang mengenai keberlanjutan yang tidak bergantung pada produktivitas tanpa henti: ada kalanya kita berkarya\, mengambil jeda\, kembali memulai\, mengubah intensitas\, atau menemukan cara kerja yang berbeda. Melalui pengalaman mereka yang beragam\, percakapan ini menggali hal-hal yang tampak ketika kita memberi perhatian pada beragam irama tersebut—serta bagaimana praktik artistik\, tubuh\, dan kehidupan terus saling membentuk seiring berjalannya waktu.
URL:https://indonesiandancefestival.id/id/acara/berkarya-dengan-irama-sendiri-seni-pekerjaan-perawatan-dan-praktik-kehidupan/
LOCATION:Taman Ismail Marzuki\, Jl. Cikini Raya No.73\, RT.8/RW.2\, Cikini\, Kec. Menteng\, Jakarta Pusat\, Daerah Khusus Ibukota Jakarta\, 10330\, Indonesia
CATEGORIES:"IDF 2026",Bincang Tari
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiandancefestival.id/wp-content/uploads/2026/10/2026-FI-Bincang-Tari-Berkarya-dengan-Irama-Sendiri-Seni-Pekerjaan-Perawatan-dan-Praktik-Kehidupan.jpg
ORGANIZER;CN="Indonesian Dance Festival":MAILTO:office@indonesiandancefestival.id
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20261101T160000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20261101T180000
DTSTAMP:20261013T124936Z
CREATED:20261009T102547Z
LAST-MODIFIED:20261013T124936Z
UID:14491-1793548800-1793556000@indonesiandancefestival.id
SUMMARY:NEW FIELDWORK
DESCRIPTION:New Fieldwork adalah sebuah proyek yang bermula dari pengamatan terhadap burung merpati yang hidup di dekat manusia. Melalui proyek ini\, kami mengeksplorasi hubungan antara manusia dan makhluk hidup lain di lingkungan perkotaan. Proyek ini dijalankan oleh para seniman—termasuk aktor\, penari\, dan praktisi teater—yang bukan merupakan peneliti lapangan profesional. \nIni bukanlah penelitian akademis. Kami memandang kerja lapangan sebagai praktik kreatif yang bersifat eksperimental. Kami berulang kali mengunjungi lokasi yang sama dan mengamati merpati satu per satu. Kami mencoba mengenali kehidupan dan kepribadian mereka. Melalui proses ini\, kami berharap dapat mengembangkan cara pandang yang melihat makhluk hidup lain sebagai individu—masing-masing dengan kehidupan dan karakteristiknya sendiri. \nKami juga ingin mempelajari komunitas tempat burung-burung merpati tersebut berada serta budaya yang berkembang di dalam komunitas-komunitas itu. Hal ini dapat membantu kami melihat tempat-tempat yang familiar dari perspektif baru\, melampaui sudut pandang manusia.  \nHasil pengamatan kami telah dipresentasikan melalui pameran dan Tur Pengamatan Merpati (Pigeon Observation Tours). Kami juga telah membuat dan menyebarluaskan peta yang melihat sebuah lokasi teater dari sudut pandang burung merpati. Saat ini\, proyek ini sedang menjajaki kemungkinan untuk dikembangkan menjadi sebuah karya seni pertunjukan. \nKarya ini terwujud\, salah satunya\, melalui dukungan Indonesian Dance Festival dan dalam kolaborasi dengan Shifting Points\, sebuah program dari Kyoto Experiment\, Bangkok International Performing Arts Meeting\, dan Japan Foundation. \nCredits:\nChoreographer : Yuka Uchida\nPerformers : Yuka Uchida\, Annastasya Verina\, dan Keigo Mikajiri \nVenue: Teater Luwes\, Institut Kesenian Jakarta \nBook Your SeatYuka UchidaLahir di Osaka pada tahun 1987\, Yuka Uchida adalah seorang koreografer dan penari yang berbasis di Osaka\, Jepang. \nIa menciptakan ruang pertunjukan tempat orang-orang dapat berkumpul dan berinteraksi\, dengan fokus pada ruang yang membuat setiap orang merasa nyaman dan dapat hidup berdampingan.  Read more
URL:https://indonesiandancefestival.id/id/acara/new-fieldwork/
LOCATION:Teater Luwes\, Jl. Cikini Raya No.73\, RT.8/RW.2\, Cikini\, Kec. Menteng\, Jakarta Pusat\, Daerah Khusus Ibukota Jakarta\, 10330\, Indonesia
CATEGORIES:"IDF 2026",Kampana
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiandancefestival.id/wp-content/uploads/2026/10/2026-FI-NEW-FIELDWORK-Yuka-Uchida-UPDATE.jpg
ORGANIZER;CN="Indonesian Dance Festival":MAILTO:office@indonesiandancefestival.id
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20261101T160000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20261101T180000
DTSTAMP:20261013T125002Z
CREATED:20261009T103039Z
LAST-MODIFIED:20261013T125002Z
UID:14498-1793548800-1793556000@indonesiandancefestival.id
SUMMARY:SEA-GHOSTS
DESCRIPTION:Berakar pada garis pantai Hong Kong yang telah lenyap\, Sea-Ghosts berjuang mengenang masa ketika garam merupakan anugerah bagi penduduk Hong Kong. Dengan memadukan aspek material tempat dan koreografi\, pameran-pertunjukan ini memungkinkan roh-roh laut—dalam wujud geologis\, spiritual\, maupun politisnya—untuk bangkit dari tidur panjang akibat reklamasi lahan dan pembantaian selama berabad-abad.  \nLuka akibat kendali imperial-kolonial telah membekas dalam sejak 2.000 tahun silam. Sebagai lokasi ideal untuk produksi garam\, para penghuni awal adalah pekerja paksa yang memproduksi garam bagi Tiongkok sejak tahun 119 SM\, hingga meletusnya revolusi pada tahun 1197 yang berujung pada pembantaian berdarah. Produksi garam terus berlanjut di garis pantai ini—yang menjadi batas wilayah Hong Kong—di bawah kendali penuh kekerasan hingga tahun 1960-an\, saat penjajah Inggris menimbun laut dengan gunungan tanah\, hingga ke era negara kepolisian saat ini. \nMelalui membasuh bebatuan\, mengumpulkan air laut\, hingga membuat kertas dengan mengadopsi praktik para petani garam yang memanfaatkan matahari\, Sea-Ghosts mengusulkan bahwa membangun kembali hubungan spiritual dengan tanah merupakan kerja dekolonisasi yang mendesak\, yang secara perlahan akan meluruhkan dominasi manusia  yang penuh kekerasan terhadap alam\, yang dipaksakan baik oleh Inggris maupun Tiongkok. Di antara kondisi basah dan kering\, laut dan daratan\, Sea-Ghosts  berupaya membangun identitas Hong Kong yang kolektif\, di mana migrasi menjadi bentuk perlawanan dan seluruh imajinasi kolonial diluruhkan. \nKarya ini terwujud\, salah satunya\, melalui dukungan Latitude\, sebuah program residensi dan pertukaran yang dikembangkan oleh Indonesian Dance Festival\, Dance Nucleus (Singapura)\, dan Performance Space (Australia). \nCredits:\nChoreographer : Natalie Quan Yau Tso\nScenographer : Natalie Quan Yau Tso\nPerformers : Natalie Quan Yau Tso\nMusic : Dessert Empress\nCostume Design : Natalie Quan Yau Tso\nDramaturg : Imogen Yang\nProducer : Emma Cao \nCo-Produced by: \nPerformance Space & Dance Nucleus \nVenue: Teater Luwes\, Institut Kesenian Jakarta \nBook Your SeatNatalie Quan Yau TsoNatalie Quan Yau Tso adalah seniman yang melalui praktik patung\, instalasi\, dan pertunjukan mengeksplorasi keterhubungan tubuh dengan tempat sebagai seorang migran pendatang. Ia melihat batas-batas tubuh sebagai batas-batas politik\, dengan tubuh sebagai titik pertemuan antara tempat dan sejarah.  Read more
URL:https://indonesiandancefestival.id/id/acara/sea-ghosts/
LOCATION:Teater Luwes\, Jl. Cikini Raya No.73\, RT.8/RW.2\, Cikini\, Kec. Menteng\, Jakarta Pusat\, Daerah Khusus Ibukota Jakarta\, 10330\, Indonesia
CATEGORIES:"IDF 2026",Kampana
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiandancefestival.id/wp-content/uploads/2026/10/2026-FI-SEA-GHOSTS-Natalie-Quan-Yao-Tso-UPDATE.jpg
ORGANIZER;CN="Indonesian Dance Festival":MAILTO:office@indonesiandancefestival.id
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20261101T193000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20261101T210000
DTSTAMP:20261013T125029Z
CREATED:20261008T164047Z
LAST-MODIFIED:20261013T125029Z
UID:14338-1793561400-1793566800@indonesiandancefestival.id
SUMMARY:KONJO: Becoming Otherwise
DESCRIPTION:KONJO: Becoming Otherwise dikembangkan melalui riset artistik tentang masyarakat Konjo di Kabupaten Bulukumba\, Sulawesi Selatan. Kebudayaan tidak ditempatkan sebagai simbol untuk dipindahkan ke panggung\, melainkan sebagai sumber pertanyaan tentang bagaimana manusia membentuk dirinya melalui relasi dengan tempat\, alam\, komunitas\, ingatan\, dan “yang lain”. \nRiset berangkat dari dua orientasi kehidupan yang berbeda namun saling terhubung: masyarakat Konjo pesisir dengan laut\, pelayaran\, dan pembuatan Phinisi; serta masyarakat adat Kajang dengan tata kehidupan berbasis adat dan relasi dengan tanah leluhur melalui Pasang ri Kajang (sistem nilai dan adat yang diwariskan turun-temurun di masyarakat adat Kajang). Laut menjadi cara untuk melihat gerak\, ketidakpastian\, perjalanan\, dan transformasi; sementara tanah merefleksikan keterikatan\, ingatan\, dan keberlanjutan. \nKata Konjo\, yang dalam konteks riset ini dipahami sebagai “di sini”\, menjadi titik berangkat konseptual karya. Ketika tubuh berpindah\, “di sini” dapat menjadi “di sana”. Di antara laut dan tanah\, tubuh menjadi medan becoming melalui hubungan dengan tubuh lain\, lingkungan\, material\, dan ingatan. \nTubuh penari bukan representasi literal masyarakat Konjo\, melainkan instrumen penelitian. Proses pembuatan Phinisi menjadi salah satu perangkat dramaturgis utama\, diterjemahkan ke dalam gerak dan hubungan antartubuh: menyusun\, mengikat\, menahan\, menyeimbangkan\, menyambungkan\, mengarahkan\, dan melepaskan. Melalui proses ini\, Becoming Otherwise membuka kemungkinan untuk bergeser dari posisi awal dan membiarkan perjumpaan mengubah cara tubuh memahami dirinya. \nVenue: Graha Bhakti Budaya\, Taman Ismail Marzuki \nCredits:\nChoreographer : Densiel Lebang\nScenographer : Richard Dilian Kalipung\nPerformers : Daniel Setyo Pambudi\, Try Anggara\, Dedi Ronald Maniakori\, Ucup Bakrie\, Clausdios Marani\, Allma Ortega (Kubo)\, Yanuarius Doni Elaman\, Muhammad Wibowo\nMusic : Arham Aryadi\nLighting Designer : Deray Setiadi\nDramaturg : Helly Minarti\nProduction Manager : Regina Audrey Ivana Zakariah\nStage Manager : Novan Trijaya Seri Putra \nCo-Produced by: \nPerformance Space (Australia) & Dance Nucleus (Singapore)  \nBook Your SeatDensiel LebangDensiel Lebang adalah seorang seniman\, koreografer\, penampil\, dan praktisi budaya yang lahir di Bulukumba\, Sulawesi Selatan\, dan kini berkarya di Jakarta.  Read more
URL:https://indonesiandancefestival.id/id/acara/konjo-becoming-otherwise/
LOCATION:Taman Ismail Marzuki\, Jl. Cikini Raya No.73\, RT.8/RW.2\, Cikini\, Kec. Menteng\, Jakarta Pusat\, Daerah Khusus Ibukota Jakarta\, 10330\, Indonesia
CATEGORIES:"IDF 2026",Bentang
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiandancefestival.id/wp-content/uploads/2026/10/2026-FI-KONJO-Becoming-Otherwise-Densiel-Lebang-UPDATE.jpg
ORGANIZER;CN="Indonesian Dance Festival":MAILTO:office@indonesiandancefestival.id
END:VEVENT
END:VCALENDAR