Akademi IDF

IDF menyediakan sebuah bentuk pendidikan non formal untuk mengimbangi pendidikan formal yang telah ada di berbagai lembaga pendidikan seni.

Kehadiran pendidikan non formal penting dalam tradisi kreatif. Karenanya sejak pertama IDF didirikan, selalu digelar diskusi dan workshop mendampingi penampilan para koreografer.

Selain itu para penggagas juga sibuk memikirkan wadah yang pas agar para koreografer muda yang terlibat di dalamnya mendapatkan bekal yang cukup untuk bisa mengembangkan dirinya kemudian.

Mulai dari workshop dan diskusi sederhana, dengan mengundang beberapa pembicara dari dalam dan luar negeri untuk membagikan ilmunya. Kemudian semakin hari semakin berkembang melalui diskusi dan masukan dari para peserta.

Berbagai bentuk workshop dikembangkan untuk dapat memenuhi kebutuhan peminat seni khususnya tari. Seperti workshop Triangle Art Program, dimana dilakukan pertemuan tiga budayamelalui tokoh-tokoh seni pertunjukan, yaitu manajer pertunjukan dan tiga penata tari dari tiga negara di tahun 1994: Amerika Serikat, Jepang, dan Indonesia.

Perjalanan yang dimulai dari kunjungan ke Amerika kemudian ke Jepang dan akhirnya ke Indonesia bertujuan untuk saling bertukar pikiran dan pengalaman. Sebagai wakil dari Indonesia tertunjuk Tom Ibnur dan Deddy Lutan. Amerika diwakili oleh Samuel A. Miller dan Polly Motley, sedangkan Jepang diwakili Seiya Yoshii dan Yonei Sumie. Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara Asian Cultural Council, The Jacob’s Pillow Dance Festival, Yayasan Kesenian Jakarta bersama Pusat Kesenian Jakarta TIM dan IKJ.

“Selalu ada program khusus dalam setiap penyelenggaraan IDF untuk para seniman tari muda belajar, mengembangkan ide, serta mementaskan karyanya.”