Loading Event
Find Event

Navigasi Tampilan Event

Past Event

Event List Navigation

November 2016

Specific Places Need Specific Dances – Darlane Litaay (Indonesia) & Tian Rotteveel (Belanda-Jerman)

3 November 2016 / 4:00 pm - 5:30 pm
Teater Kecil Taman Ismail Marzuki,
Jl. Cikini Raya No. 73
Jakarta, DKI Jakarta 10330 Indonesia
+ Google Map
specific-places-need-specific-dances-darlane-litaay-indonesia-tian-rotteveel-belanda-inggris

Specific Places Need Specific Dances adalah sebuah karya yang berangkat dari praktik menunggu. Dapatkah menunggu menjadi sebuah karya seni? Pertanyaan inilah yang menjadi titik berangkat karya yang berdurasi 55 menit ini. Untuk menjawab pertanyaan tersebut, Darlane Litaay (Indonesia) dan Tian Rotteveel (Belanda-Inggris) saling mengundang satu sama lain untuk masuk ke dalam kebiasaan sehari-hari mereka masing-masing. Di sana keduanya mengeksplorasi aktivitas menunggu di kota tempat tinggal mereka masing-masing: pagi-pagi buta di tempat-tempat yang dipilih secara acak, tengah malam di club, tengah…

Ketahui lebih lanjut »

Do You Want Me? – Park Je Chun (Korea Selatan)

3 November 2016 / 8:00 pm - 9:30 pm
Graha Bakti Budaya, Taman Ismail Marzuki,
Jln. Cikini Raya, No. 73
Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10330 Indonesia
+ Google Map
do-you-want-me-park-je-chun

Bersama 4 Penari Indonesian dan 3 Penari Korea Selatan Park Je Cun adalah pemain perkusi yang sangat populer di Korea Selatan saat ini. Ia terkenal dengan kolaborasinya bersama pianist Miyeon. Selain itu, ia juga dikenal dengan kekhasannya yang mengombinasikan musik tradisional Korea dengan improvisasi musik Barat serta jazz. Di dalam karya Do You Want Me?, ia akan berkolaborasi dengan tujuh penari. Tiga penari dari Korea Selatan— Kang Yo Sub, Kim Hye Ji, dan Lee Na Hyun—dan empat penari dari Indonesia—Hari Ghulur, Fadila…

Ketahui lebih lanjut »

Pintu Menusia – Ari Ersandi (Yogyakarta, Indonesia)

4 November 2016 / 4:00 pm - 5:00 pm
Teater Luwes, Institut Kesenian Jakarta,
Taman Ismail Marzuki No. 73
Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10330 Indonesia
+ Google Map
pintu-menusia-ari-ersandi-indonesia

Pada 2015, Ari Ersandi terpilih sebagai satu dari tiga koreografer muda untuk mengikuti Program Choreo-Lab: Process in Progress #2 yang diselenggarakan Komite Tari, Dewan Kesenian Jakarta. Program yang diadakan di Studio Hanafi, Depok, Jawa Barat ini bertujuan memetakan potensi koreografer muda di Indonesia dan juga menjadi platform untuk menelaah dan mengkritisi praktik koreografi mereka. Di sanalah, Ari mengalami ekstase pengalaman estetik ketika melihat studio kerja dan karya-karya Hanafi bertema Biografi Visual Oksigen Jawa dan pertemuan dengan Suprapto Suryodarmo. Pembacaan dan…

Ketahui lebih lanjut »

Kaba – Fitri Anggraini (Jakarta, Indonesia)

4 November 2016 / 4:00 pm - 5:00 pm
Teater Luwes, Institut Kesenian Jakarta,
Taman Ismail Marzuki No. 73
Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10330 Indonesia
+ Google Map
kaba-fitri-anggraini-jakarta-indonesia

Kesalahan-kesalahan di masa lalu kerap membayangi perjalanan manusia di kemudian hari. Bayangan masa lalu ini pun kerap muncul ketika seseorang menghadapi serangkaian pilihan, solusi, dan masalah di masa kini. Bagaimana pun manusia mencoba menghindarinya, bayangan masa lalu selalu mampu membayangi. Bagaimanakah setiap manusia menghadapi serangkaian pilihan, solusi, dan masalah dalam kehidupan sehari-hari ketika bayangan masa lalu menahan setiap tindakan karena tidak ingin mengulang kesalahan yang sama? Bagaimana caranya agar manusia mampu melampaui bayangan masa lalunya? Pengetahuan akan tradisi silek/silat Minangkabau…

Ketahui lebih lanjut »

Liris/h – Nihayah (Surabaya, Indonesia)

4 November 2016 / 4:00 pm - 5:00 pm
Teater Luwes, Institut Kesenian Jakarta,
Taman Ismail Marzuki No. 73
Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10330 Indonesia
+ Google Map
lirish-nihayah-surabaya-indonesia

Di dalam Liris/h, Nihayah mengeksplorasi perihal pengontrolan keseimbangan manusia; baik fisik maupun emosional. Ketertarikan Nihayah untuk mengeksplorasi hal itu berawal dari pengamatannya atas para pedagang Pecel Semanggi, makanan khas Surabaya, Indonesia. Mereka biasa menjajakan dagangannya dengan cara disunggi. Pedagang Pecel Semanggi saat ini semakin tersingkir seiring pergeseran gaya hidup masyarakat yang lebih memilih restoran dibandingkan pedagang keliling seperti mereka. Para Pedagang Pecel Semanggi yang rata-rata adalah perempuan paruh baya itu pun harus berusaha mempertahankan kehidupan mereka, sama seperti mereka mempertahankan…

Ketahui lebih lanjut »

Meeting – Anthony Hamilton (Australia)

4 November 2016 / 8:00 pm - 9:30 pm
Gedung Kesenian Jakarta,
Jln. Gedung Kesenian No. 1
Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10710 Indonesia
+ Google Map
meeting-anthony-hamilton-australia

Meeting menyingkap keterpesonaan terhadap artikulasi tubuh dan pikiran yang sedang bergerak. Karya koreografik ini adalah sebuah studi yang mengerucut pada hal yang benar-benar esensial, buah kolaborasi koreografi oleh Antony Hamilton yang kompulsif dan obsesi (penari) Alisdair Macindoe dalam mencipta mesin. Keduanya berbagi ruang dengan 64 instrumen robotik perkusi di atas panggung. Hasilnya? Sebuah arus aktivitas yang mengalir secara deras, di mana tubuh-tubuh memasuki alam fisikal sekaligus mental yang intens, dengan seluruh aksi dilakukan berdasarkan denyut meditatif dari ketukan sang mesin.…

Ketahui lebih lanjut »

Diskusi: Bicara Tari

5 November 2016 / 2:00 pm - 3:30 pm
Lobby Teater Kecil, Taman Ismail Marzuki,
Jln. Cikini Raya, No. 73
Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10330 Indonesia
+ Google Map
helly-minarti-melati-suryodarmo-wok-the-rock

Pembicara: Wok the Rock, Melati Suryodarmo Moderator: Helly Minarti   Bicara Tari atau forum diskusi adalah kegiatan yang diadakan menjelang akhir festival, sebagai cara untuk membicarakan subyek utama yang perlu didiskusikan. Dengan salah satu kurator IDF sebagai moderator, forum ini akan mengundang beberapa seniman, produser, atau penampil yang berpartisipasi di IDF—tergantung dari subyek yang akan dibicarakan.

Ketahui lebih lanjut »

Kounfetaga – Aguibou Bougobali Sanou (Burkina Faso)

5 November 2016 / 4:30 pm - 5:30 pm
Teater Kecil Taman Ismail Marzuki,
Jl. Cikini Raya No. 73
Jakarta, DKI Jakarta 10330 Indonesia
+ Google Map
kounfetaga-aguibou-bougobali-sanou-burkina-faso

Kata Kounfetaga berasal dari Bahasa Bambara, Bahasa Dyula, dan Bahasa Mandinka yang berarti pengembaraan. Ketiga bahasa ini cukup luas digunakan di Burkina Faso. Kata ini, kounfetaga, bisa juga dipahami sebagai sebuah perasaan dan juga karakter. Karya ini berangkat dari pertanyaan sederhana, “kejadian terburuk apa yang pernah terjadi di dalam hidup Anda?” Pertanyaan ini dibingkai oleh Bougobali Sanou ke dalam pengalaman koreografinya serta pengalaman yang menyakitkan akibat kematian seorang anak berumur empat tahun. Anak ini meninggal karena tidak mendapatkan penanganan dokter…

Ketahui lebih lanjut »

Abandon – Filastine (Spanyol-Indonesia)

5 November 2016 / 8:00 pm - 9:15 pm
Graha Bakti Budaya, Taman Ismail Marzuki,
Jln. Cikini Raya, No. 73
Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10330 Indonesia
+ Google Map
abandon-filastine-spanyol-indonesia

Tahun 2016 merupakan tahun yang “Abandon” bagi Filastine dalam dua arti kata yang berbeda namun terjadi secara simultan. Filastine mengesampingkan banyak hal namun juga mendapatkan kebebasan mutlak dalam berkarya. Empat rangkaian video tari diproduksi dengan satu tema: tarian kebebasan dari pekerjaan yang merendahkan martabat. Setiap video menampilkan sebuah tarian katartik yang mengambil tempat di empat lokasi yang unik dan begitu indah. Di atas panggung Filastine membawakan tema Abandondisertai dengan perkusi elektronik, tekanan bass yang dalam, nyanyian dan efek sinematik video…

Ketahui lebih lanjut »

Rough Machine/Soft Power – Punkasila (Indonesia) & Fitri Setyaningsih (Indonesia)

5 November 2016 / 9:30 pm - 10:30 pm
Amphitheater Teater Jakarta, Taman Ismail Marzuki, Jakarta,
Jln. Cikini Raya, No. 73
Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10330 Indonesia
+ Google Map
rough-machine_soft-power-punkasila-fitri-setyaningsih-indonesia

Rough Machine/Soft Power adalah karya yang memadukan instrumen musik, kostum, bendera, pertunjukan musik di panggung, dan di ruang publik. Di dalam karya ini, kolektif Punkasila dan Fitri Setyaningsih—keduanya berdomisili di Yogyakarta—bekerja di sekitar isu bagaimana kekacauan dan ketakutan dikelola sebagai modal budaya masyarakat. Bagi pemegang kekuasaan seperti negara, pasar, atau kelompok paramiliter, kemampuan untuk menciptakan dan mengendalikan kekacauan merupakan modal politik yang berharga. Sebaliknya, bagi kelompok masyarakat tertindas, kekacauan merupakan alat untuk menandingi dominasi rezim yang berkuasa. Di jalanan, cara…

Ketahui lebih lanjut »
+ Ekspor Listed Event