Rapat Program dan Persiapan Lokakarya IDF 2016

Pada 31 Maret – 1 April 2016 lalu, Indonesian Dance Festival (IDF) mengadakan rapat persiapan untuk IDF 2016. Bertempat di Sekretariat IDF, Gedung Fakultas Seni dan Pertunjukan, Institut Kesenian Jakarta, pertemuan itu dihadiri tidak kurang dari 10 orang yang terdiri dari Tim Artistik IDF 2016 dan Pengurus Kesekretariatan IDF. Dua hal utama yang menjadi sorotan di dalam rapat tersebut adalah program-program IDF 2016 serta persiapan Akademi IDF: Rangkaian Lokakarya.

Program-program yang diproyeksikan untuk IDF 2016 yang direncanakan pada awal November 2016 ini secara garis besar tidak banyak berubah. Kebanyakan program yang akan diadakan sama dengan program-program yang ada pada penyelenggaraan IDF 2014. Program-program yang berusaha menunjukkan keinginan IDF untuk lebih tajam berwacana serta mencoba menghubungkan praktik tari di Indonesia dengan dunia tari global. Tetapi tentu saja Tim Penata Artistik IDF 2016 mengusulkan dan melihat beberapa kemungkinan program baru untuk IDF 2016 ini. Kepastian program-program yang akan dimunculkan sendiri sejauh ini sedang digarap secara intensif oleh Tim Artistik IDF 2016.

“IDF itu punya program-program yang sudah menjadi kekhasannya. Salah satunya, Program Showcase. Di situ kita memberi kesempatan kepada koreografet muda Indonesia untuk tampil. Nah, program yang sudah menjadi kekhasan IDF ini perlu dipertahankan”, ujar Maria Darmaningsih, Direktur Program IDF 2016 dan juga salah satu anggota Tim Artistik IDF 2016.

Ada beberapa program dari IDF-IDF sebelumnya yang kemungkinan besar akan dihilangkan atau diubah formatnya. Hal ini mengikuti perkembangan IDF terkini. Misalnya, untuk IDF 2016, Akademi IDF mendahuluinya dengan serangkaian lokakarya yakni Lokakarya Kepenarian, Lokakarya Penelitian Artistik, dan Lokakarya Kepenulisan Tari.

“Tentu saja IDF ini kan berubah dari waktu ke waktu. Dengan demikian, bisa jadi program-program yang lama harus juga ikut berubah atau kita tiadakan. Tentu saja dengan memperhatikan juga kekhasan IDF. Dan kedepannya kita di IDF memang harus terus terbuka pada perubahan-perubahan ini,” ujar Nungki Kusumastuti, Direktur Keuangan dan anggota Tim Artistik IDF 2016 pada kesempatan itu.

Suasana Rapat Program dan Persiapan Lokakarya IDF 2016

Yang paling dekat dengan kamera berturut-turut searah jarum: Nia Agustina Pandhuniawati, Linda Mayasari, Maria Darmaningsih, Seno Joko Suyono, Nungki Kusumastuti, Taufik Darwis, dan Helly Minarti.

Hal lain yang dibahas dalam pertemuan itu adalah seleksi peserta Akademi IDF: Lokakarya Kepenarian. Per 30 Maret yang lalu, Sekretariat IDF menerima tidak kurang dari 50 calon peserta lokakarya yang akan diadakan di Hutan Kaldera, Bogor, Jawa Barat itu. Dari sana, 35 peserta lolos seleksi administratif. Ke-35 nama inilah yang diserahkan kepada Anggota Tim Artistik untuk diseleksi. Maka, terpilihlah 16 peserta yang kini sedang dihubungi satu per satu oleh pihak Akademi IDF. Demi evektifitas, Akademi IDF memutuskan untuk tidak mengumumkan dahulu nama para peserta lokakarya sampai mendapatkan kepastian keterlibatan mereka.

“Sayang jika ada yang pada hari H tidak hadir. Jadi sebaiknya kita pastikan dahulu. Jika memang ada yang ternyata membatalkan, kita bisa memberi tempatnya kepada yang sudah mendaftar tetapi tidak terseleksi. Dengan cara ini kita bisa lebih evektif dan tidak merasa rugi,” demikian imbuh Yessy Apriati dari Akademi IDF.

Seno Joko Suyono, anggota Tim Artistik IDF 2016, melihat betapa pentingnya diadakan rangkaian lokakarya ini untuk menjaga denyut kehidupan tari di Indonesia.

“Lokakarya ini sangat penting menurut saya. Salah satu perhatian saya sebenarnya pada Lokakarya Kepenulisan, salah satu dari rangkaian Lokakarya IDF 2016. Di Indonesia, tradisi menulis tari belum cukup berkembang. Banyak faktor yang menyebabkan hal itu. Semoga dengan lokakarya-lokakarya, hal ini akan berubah ke arah yang lebih baik,” ujar Seno Joko Suyono yang selain dikenal sebagai jurnalis dan novelis, dikenal juga sebagai pengamat seni pertunjukan.

Selain dua hal utama di atas, pada kesempatan tersebut pun dibicarakan beberapa kemungkinan kerja sama untuk IDF 2016 ini. Helly Minarti, salah satu anggota Tim Artistik, juga mengisi kesempatan tersebut dengan menceritakan perkembangan seni tari di Jerman berdasarkan pengalamannya menghadiri Dance Platform di Frankfurt pada pertengahan Maret 2016 yang lalu. Selain itu, diskusi mengenai perkembangan terkini para koreografer Indonesia dan mancanegara serta karya-karya terbaru pun menjadi topik-topik pembicaraan di dalam kesempatan tersebut. Tak lupa pula, Tim Artistik membicarakan calon-calon koreografer muda yang akan tampil di Program Showcase, IDF 2016.***

1 reply

Sila Berkomentar

Ingin bergabung dalam diskusi?
Jangan ragu untuk berkontribusi!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.