rianto-gala-dinner-idf-2018_balai-kota-jakarta

Gala Dinner Indonesian Dance Festival 2018 di Balai Kota, Jakarta

Pada Sabtu malam, 9 Mei 2018, Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno dan Indonesian Dance Festival (IDF) menyelenggarakan gala dinner penggalangan dana bagi penyelenggaraan IDF 2018 di Balairung (Balai Kota), DKI Jakarta. Sandiaga  mengundang berbagai pihak swasta di DKI Jakarta dan pemerintah pusat untuk bersama-sama mendukung terlaksananya IDF 2018 yang membutuhkan anggaran sekitar Rp 4,7 miliar itu.

Selain makan malam bersama diiringi lantunan lagu dari mahasiswa musik IKJ, para pengurus IDF (Maria Darmaningsih-Direktur Program, Nungki Kusumastuti-Direktur Keuangan), dan Melina Surja Dewi-Direktur Administrasi) bergantian menjelaskan sejarah, visi-misi, program, partisipasi, prestasi, dan tantangan-tantangan yang dihadapi IDF 2018.

Para Direktur IDF dan Wakil Gubernur DKI Jakarta | Foto: Dokumentasi IDF

Para Direktur IDF dan Wakil Gubernur DKI Jakarta | Foto: Dokumentasi IDF

Menilik ulang sejarah, festival yang didirikan pada 1992 ini bertujuan mengisi kekosongan festival tari yang berfungsi sebagai ajang regenerasi insan tari Indonesia. Hingga kini, IDF adalah satu-satunya festival tari terkemuka di Indonesia yang secara konsisten menjalankan program- programnya hingga mempunyai suara di ranah internasional.

Dalam kurun 1992 hingga 2004, IDF dipimpin oleh Sal Murgiyanto. Tahun 2004 adalah masa peralihan. Pada perhelatan tahun itu, Nungki Kusumastuti menjabat sebagai Direktur Eksekutif. Selanjutnya, Nungki Kusumastuti menjabat Direktur IDF sejak 2006- 2008. Kini, Direktur IDF adalah Maria Darmaningsih (2008-sekarang).

IDF telah berhasil menampilkan karya-karya signifkan para koreografer Indonesia, baik yang sudah mapan maupun yang sedang berkembang. IDF juga mementaskan karya-karya koreografer dari berbagai penjuru dunia. Dari Indonesia antara lain karya Retno Maruti, Gusmiati Suid, Sardono W. Kusumo, I Ketut Rina, Sukarji Sriman, Martinus Miroto, Mugiyono Kasido, Eko Supriyanto, Boi G. Sakti, Hartati, Benny Krisnawardi, Ery Mefri, Jecko Siompo, Riyanto, dan Darlene Litaay.

Suasana Gala Dinner IDF 2018 di Balai Kota, Jakarta | Foto: Dokumentasi IDF

Suasana Gala Dinner IDF 2018 di Balai Kota, Jakarta | Foto: Dokumentasi IDF

Sementara dari mancanegara tersebutlah Ku Ming-Shen (Taiwan), Min Tanaka (Jepang), Takiko Iwabuchi (Jepang), Cezerine Barry (Australia), Wen Hui (PR China), Susanna Leinonen (Finlandia), Janis Brenner, Yin Mei Critchell (Amerika Serikat), Arco Renz (Belgia/Jerman), Meg Stuart (Jerman), Vincent Mantsoe (Afrika Selatan/Prancis), Kim Jae Duk (Korea Selatan), Jerôme Bél (Perancis), dan banyak lagi.

Tantangan ke depan adalah bagaimana festival yang sudah punya keluasan dalam ranah internasional ini tetap melahirkan koreografer dan penari yang mampu mempunyai posisi di ranah lokal dan ranah internasional. Tantangan ini kemudian dijawab oleh IDF dengan menciptakan platform Akademi IDF semenjak 2016 yang melaksakan serangkaian program Lokakarya Tari/Koreografi, Riset Artistik dan Kepenulisan Tari yang sampai saat ini terus mengalami perbaikan dan penguatan.

Tantangan ini juga mempunyai dampak pada cara memandang program “Showcase” yang tahun ini diubah menjadi program “Kampana”. Perubahan ini diadakan agar program ini tidak hanya menjadi wahana presentasi dan promosi karya koreografer muda, tetapi sebagai platform pertukaran, belajar bersama, dan eksperimentasi melalui rangkaian kegiatan Akademi IDF.

Salah Satu Pengisi Acara Pada Gala Dinner IDF 2018 di Balai Kota| Foto: Dokumentasi IDF

Salah Satu Pengisi Acara Pada Gala Dinner IDF 2018 di Balai Kota| Foto: Dokumentasi IDF

Tantangan lain adalah bagaimana meningkatkan partisipasi di tingkat lokal. Yakni bagaimana mendorong masyarakat, pihak swasta, dan pemerintah untuk melihat pentingnya IDF sebagai tempat memproduksi kebudayaan juga sekaligus mempromosikan citra kota Jakarta, bahkan Negara. Tantangan inilah yang kemudan dijawab juga oleh Sandiaga dengan mengadakan Gala Dinner penggalangan dana IDF 2018 ini. Menurutnya, IDF telah membuatnya terkesan lantaran perhelatan dua tahunan itu berhasil menunjukan kebudayaan Indonesia. Menurutnya, pengalaman itu juga bakal dirasakan oleh para wisatawan mancanegara sehingga mereka tertarik kembali ke Jakarta.

Salah Satu Sesi Foto Bersama di Penghujung Acara Gala Dinner IDF 2018 | Foto: Dokumentasi IDF

Salah Satu Sesi Foto Bersama di Penghujung Acara Gala Dinner IDF 2018 | Foto: Dokumentasi IDF

“Ini adalah sebuah karya yang sangat bisa mendorong kinerja dari Pemprov DKI untuk meningkatkan pariwisata dan tentunya mendorong pelestarian budaya,”  jelasnya.*** (Laporan oleh Taufik Darwis)

0 komentar

Sila Berkomentar

Ingin bergabung dalam diskusi?
Jangan ragu untuk berkontribusi!

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *