Entri oleh Admin IDF

DARI LOKAKARYA TARI/KOREOGRAFER AKADEMI IDF: KESEIMBANGAN DAN PROBLEM MODERNITAS

Hari ini (7/11) merupakan sesi terakhir Prapto membagikan Joged Amerta-nya, yaitu latihan memilih komposisi di dalam ukuran-ukuran kehidupan dengan mengambil, membawa dan meletakan objek. Prapto membedakan dua kategori ruang untuk latihan ini yaitu dengan batasan ruang dan tidak dibatasi ruang; atau kita menentukan batas ruang kita sendiri. ‘Memilih’ dalam pengertian Prapto adalah momen ketika punya […]

Dari Lokakarya Tari/Koreografer Akademi IDF: Mencicipi Praktik-praktik Seni di Luar Tari

Pada workshop hari keemat (6/11), kami menempuh kurang lebih satu jam perjalanan menunju Jogja dari Desa Wisata Jelok, Gunung Kidul. Baik peserta, pemateri dan tim Akademi IDF bersama-sama di dalam satu mini bus untuk mengungjungi peristwa dan kolektif seniman dari ranah artistik lain di luar tari. Melalui kunjungan ini, peserta diharapkan mendapatkan pengetahuan atas konteks […]

DARI LOKAKARYA TARI/KOREOGRAFER AKADEMI IDF: JAWABAN, TARI RANTAK DAN JOGED AMERTA

Seperti biasa, pada hari ketiga workshop (5/11), peserta pemanasan sebelum masuk sesi pemateri. Ayu yang kebagian jadi instruktur kali ini memilih huruf D dari alphabet, dengan turunannya (D)angdut. Musik dinyalakan, peserta kemudian bergoyang dan bergerak pada beberapa variasi pemanasan gaya Ayu di dalam musik dangdut kekinian. Peserta mengaku selain berkeringat dan lentur kembali, mereka juga […]

Dari Lokakarya Tari/Koreografer Akademi IDF: Tetumbuhan, Raso, dan 20 Pertanyaan di dalam Tari/Koreografi

Menjelang pagi hari kedua lokakarya, tepatnya jam 5, lebih dalam lagi dengan Joged Amerta—yang menurut Matthew Isaac Cohen—memfasilitasi ekspresi diri tak sadar yang masih sadar akan yang lain yang ada secara bersama-sama (co-present), juga lingkungan terdekat dan dunia di mana seseorang hidup. Peserta oleh Suprapto diajak untuk berada di antara tetumbuhan yang ada di kebun […]

Menikam Jejak, Menimbang Kampung dan Rantau

(Catatan Minangabau Culture and Art Festival 2)     Di atas panggung Graha Bhakti Budaya 10 Oktober 2017 lalu, enam orang penari berpakaian hitam bergerak menyusun sebuah koreografi yang atraktif, akrobatik, dan fragmentaris. Adakalanya mereka melakukan gerakan dengan serempak dan ritmis, namun adakalanya juga mereka bergerak sendiri-sendiri dengan tempo yang sumbang. Dari komponen gerak yang […]

Dari Lokakarya Tari/ Koreografi Akademi IDF: Pembukaan dan Hari Pertama

Orang berdatangan ke Desa Wisata Jelok, Gunung Kidul. Mereka adalah peserta, pemateri dan tim Akademi IDF. Mereka akan saling berbagi pengalaman dan pengetahuan selama 7 hari (2-8 November 2017) ke depan dalam Lokakarya Tari/ Koreografi Akademi IDF. Setelah semua mendapati waktu dan tempat beristirahat, malamnya berkumpullah semuanya di Omag Glugu, pusat pertemuan selama workshop. Sebelum […]

Mengurai Konflik Matematis Fitri Anggraini

Suasana Sabtu malam di Goethe Haus Jakarta, 14 Oktober kemarin, mengingatkan saya akan sudut-sudut Jakarta yang merayakan akhir pekan dengan keseriusan. Bagaimana tidak, setelah registrasi ulang, saya memegang buklet yang berisi sinopsis karya tari “b” yang akan saya saksikan. Huruf atau sebutan “b” yang dipilih Fitri sebagai judul karyanya ini melambangkan selisih antar bilangan dalam […]

Medium: Menyuarakan Tubuh, Menubuhkan Energi

Datang untuk menonton pertunjukan tari Rianto selalu menanamkan harapan yang tinggi di dalam pikiran. Bagaimana tidak, Rianto mungkin adalah satu-satunya penari Indonesia yang mendirikan rumah produksi tarinya sendiri di Jepang, Dewandaru Dance Company. Kental dengan akar tradisi Jawa, sebagai penari, Rianto telah bekerja dengan sejumlah koreografer internasional namun karya-karya kontemporernya tidak pernah meninggalkan corak tradisi […]

Menemukan Ruang Eksploratif Dalam Tubuh

I Maeva Cunci, penari tunggal dalam Sprint, membuka pertunjukan dengan berdiri diagonal membelakangi penonton. Sebelum Cunci hadir, panggung Teater Salihara dipenuhi kabut asap sehingga yang terlihat hanyalah penari dan kabut. Maeva Cunci lalu berlari melingkar dengan kecepatan konstan. Hampir seluruh pertunjukan Sprint di Teater Salihara pada 8 Juni lalu adalah Maeva Cunci yang berlari dengan […]

Tubuh Menggulung Seng

Gemuruh seng terdengar riuh, saling bersahutan di seluruh ruangan Galeri Salihara yang  disulap menjadi instalasi seng gelombang. Kaki-kaki penonton yang berjalan di atas seng menimbulkan sensasi ngilu dan bising,  memunculkan kejutan bunyi komunal yang cukup langka didengar secara langsung di sebuah pertunjukan tari.  Namun, di antara segala keriuhan seng, Mohammad Hariyanto, koreografer dan penari tunggal […]